Wednesday, February 29, 2012

Rumput Laut



UNTUNG ADA RUMPUT LAUT ...........

Inilah kalimat yang diucapkan oleh salah seorang pembudidaya rumput laut Sdr. H. Bukhori yang juga merupakan ketua kelompok pembudidaya rumput laut Al-Karomah, Desa Randusanga Wetan, Kec. Brebes.  Dari luas lahan yang dimiliki dan usaha budidaya rumput laut yang ditekuni dirasa sangat membantu menopang kehidupan keluarganya. Dampak serupa juga dirasakan oleh Sdr. Untung, berkat hasil budidaya rumput laut dia berhasil menyelesaikan pendidikan kesarjanaannya.
Latar Belakang ....
Sejalan dengan telah dicanangkannya Kabupaten Brebes sebagai Kampung Rumput Laut di Jawa Tengah dan dalam rangka pemenuhan target peningkatan produksi budidaya nasional sebesar 353% (s.d. tahun 2014 ) telah memacu Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Brebes untuk merencanakan pengembangan budidaya khususnya budidaya rumput laut secara optimal.  Dukungan potensi sumberdaya alam yang cukup tinggi menjadikan Kabupaten Brebes optimistis dapat memenuhi target tersebut.
Kabupaten Brebes memiliki potensi pengembangan budidaya air payau yang cukup tinggi.  Dengan luas tambak 12.678 Ha dan 4.027 RTP, produksi budidaya air payau masih dapat ditingkatkan.  Ada beberapa komoditas yang telah dikembangkan diantaranya Bandeng, Udang dan Rumput Laut.  Beberapa komoditas baru yang akan dikembangkan di lahan tambak diantaranya Patin, Nila, Tawes dan Kekerangan.
Dari ketiga komoditas yang akan dikembangkan, Komoditas Rumput Laut merupakan salah satu yang akan dikembangkan secara maksimal.  Jenis rumput laut yang dikembangkan adalah jenis Gracillaria sp.  Selain menguntungkan, budidaya rumput laut di tambak memiliki dampak yang menguntungkan bagi pembudidaya.  Rumput Laut Gracillaria sp dapat berfungsi sebagai biofilter terhadap unsur-unsur hara yang merugikan, sehingga tingkat kesuburan lahan tambak akan meningkat.
Beberapa pendukung pengembangan rumput laut Gracillaria sp diantaranya :
-          Dukungan luasan areal yang cukup tinggi ( 4.350 Ha dari 12.748 Ha ).
-          Peluang pasar terbuka lebar ( 200 ton kering/bulan dari permintaan + 1.700 ton kering/bulan )      


Sejarah Rumput Laut di Kab. Brebes ....

Berawal dari adanya kegiatan dari APBN melalui Kegiatan Akselerasi Budidaya Tahun 2004, rumput laut mulai diujicobakan di wilayah Kabupaten Brebes.  Selanjutnya diikuti beberapa program, seperti INBUDKAN Rumput Laut dan beberapa kegiatan yang bersumber dari APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten Brebes.
Pada awalnya ( 2004-2007 ), respon pembudidaya untuk berbudidaya rumput laut sangat kurang.  Hal ini salah satunya disebabkan oleh belum terciptanya jaringan pemasaran yang baik.  Kendala pemasaran membuat sebagian pembudidaya memusnahkan komoditas rumput laut yang telah mereka pelihara.  Akhirnya, mulai tahun 2008 usaha budidaya rumput laut kembali diminati oleh pembudidaya karena munculnya respon pasar terhadap produk rumput laut.

Statistik Produksi Rumput Laut ....

Dari statistik menunjukkan, total produksi rumput laut basah pada tahun 2009 mencapai 4.830 ton. dengan produksi tertinggi dicapai pada bulan Mei 2009 sebesar 564 ton, sedang produksi terendah dicapai pada bulan Maret 2009.
Nilai produksi total diperoleh sebesar Rp. 2.415.102.000   ( Dua Milyar Empatratus Limabelas Juta Seratus Duaribu Rupiah ).
Target produksi rumput laut basah sampai tahun 2014 ditetapkan 47.483 ton atau naik 883% dari produksi tahun 2009 sebesar 4.830 ton.


Untuk produksi 2010, tercatat 8.134 ton rumput laut basah atau setara dengan 813 ton rumput laut kering.  Nilai produksi total yang diperoleh sebesar Rp. 4.067.327.500,- ( Empatmilyar Enampuluh Tujuhjuta Tigaratus Duapuluh Tujuhribu Limaratus Rupiah ).

Bila dibandingkan terjadi kenaikan produksi yang cukup signifikan ( kenaikan 100% ).
Prediksi tahun 2011 produksi akan terus meningkat seiring dengan semakin luas area tambak yang ditanami rumput laut.  Meningkatnya minat pembudidaya disebabkan sebagian besar pembudidaya sudah mengetahui kemudahan dan keuntungan berbudidaya rumput laut seiring dengan kenaikan harga rumput laut.
Sumber Data : Dislutkan Kab. Brebes 2009 dan 2010




Prospek Pasar Menjanjikan ....
Peningkatan permintaan pasar membuat usaha budidaya rumput laut semakin menjanjikan.  Beberapa pembudidaya telah merasakan keuntungan dari usaha budidaya rumput laut.  Menurut mereka adanya rumput laut menjadikan usaha budidaya tambak kembali memberikan harapan yang lebih baik.
Beberapa perusahaan agar skala besar telah menampung hasil produksi rumput laut, diantaranya :
- CV. Agar Sari Jaya, Malang
- PT. Agarindo, Tangerang
- PT. Indoflora Cipta Mandiri, Malang

Dari ketiga perusahaan tersebut, permintaan produk rumput laut yang diminta sebanyak + 1.700 ton rumput laut kering / bulan.  Saat ini baru tercukupi + 200 ton/bulan ( 11% ).
Potensi ....
Sampai dengan bulan Januari 2011, tercatat + 500 pembudidaya tambak yang berbudidaya rumput laut dengan luas tambak 1.407 Ha.  Dua desa sentra rumput laut di Kabupaten Brebes saat ini yaitu Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, Kec. Brebes.  Wilayah pengembangan di Kec. Losari, Bulakamba, Tanjung dan Wanasari.
Keberadaan 2 POKDAKAN Rumput Laut, yaitu Al-Karomah (Randusanga Wetan) dan Rukun Sejahtera      (Randusanga Kulon) membuat penataan kelembagaan lebih baik.  Bahkan salah satu dari POKDAKAN tersebut yaitu POKDAKAN Rukun Sejahtera pada tahun 2007 pernah menjadi POKDAKAN Terbaik III Tingkat Nasional.
Munculnya pengepul / bakul-bakul lokal menjadikan usaha budidaya rumput laut semakin prospektif.  Keberadaan 5 pengepul / bakul rumput laut menjadikan persaingan usaha pemasaran / market lebih menguntungkan pembudidaya, karena membuat harga jual relatif stabil dan bersaing.
Dari luasan tambak rumput laut saat ini yang telah mencapai 1.407 Ha, penyebarannya potensi dan yang sudah ditanami terinci sebagai berikut :
No
Kecamatan / Desa
Luas Tambak
(Ha)
Potensi Rumput Laut (Ha)
Yg Sudah Ditanami (Ha)
Keterangan

1




2


3




4



5




Brebes :
- Randusanga Kulon
- Randusanga Wetan
- Kaliwlingi

Wanasari :
- Sawojajar

Bulakamba :
- Bangsri
- Pulogading
- Grinting

Tanjung :
- Krakahan
- Pengaradan

Losari :
- Kecipir
- Prapag Kidul
- Prapag Lor
- Limbangan
- Karang Dempel



1.190
503
1.549


1.310


633
375
699


678
1.583


336
697
300
705
404



1.100
400
600


400


100
200
200


250
200


150
300
150
200
100


1.000
205
50


50


5
2
3


3
6


-
65
14
4
-




JUMLAH

4.350
1.407








Keunggulan Usaha Rumput Laut ....
Beberapa keunggulan dari usaha budidaya rumput laut, diantaranya :
-       Pemeliharaan yang mudah, murah dan menguntungkan.
Dengan metode polikultur dengan udang dan bandeng ( 1 Ha diisi 1.000 kg rumput laut, 10.000 benur udang dan 3.000 ek benih bandeng ), hasil yang diperoleh cukup menguntungkan.  Sekali tanam bibit rumput laut berlaku untuk masa budidaya selama 3-4 tahun. Modal yang dibutuhkan tiap hektar lahan tergolong murah, sebesar Rp. 5.040.000,-.  Perhitungan pendapatan kotor mencapai Rp. 13.070.000,-.  Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 8.030.000,- dalam kurun waktu 4 bulan ( 1 musim tanam ).

-       Menyerap banyak tenaga kerja
Beberapa tahapan proses budidaya sampai dengan panen dan pasca panen membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak.  Diprediksi setiap pengusahaan 1 ha budidaya rumput laut membutuhkan jumlah tenaga kerja sebanyak 45 orang.
-       Pasar yang Menjanjikan
Baru tercukupinya 10-15% dari permintaan pasar membuat usaha budidaya rumput laut memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
sortir%20RL%20lombapacking%20RL%20lomba






                  Proses Sortir                                Proses Packing
Sistem Tata Niaga Rumput Laut ....
Sistim Tata Niaga Usaha Rumput Laut yang ada di Kab. Brebes saat ini belum tertata dengan baik.  Dijumpai sistim tata niaga yang berbeda di beberapa lokasi seperti :
Desa Randusanga Wetan, Kec. Brebes :
-          Kelompok berperan aktif dalam penanganan usaha baik dari proses budidaya sampai dengan proses pemasaran.
-          Sistim berkelompok dinilai efektif karena setiap permasalahan yang timbul maupun keuntungan yang diperoleh dapat dinikmati bersama oleh seluruh anggota kelompok
-          Diharapkan embrio kelompok dapat dirubah menjadi sebuah unit koperasi, sehingga secara kelembagaan dapat lebih mapan.
-          Ada 2 Kelompok Pembudidaya Rumput Laut di Desa Randusanga Weta, Kec. Brebes, yaitu POKDAKAN Al Karomah dan POKDAKAN Tambak Aji.
Desa Randusanga Kulon, Kec. Brebes :
-          Sistim pemasaran ditangani langsung oleh Pabrik melalui tenaga pabrik maupun pengepul lokal.
-          Sistim yang dikembangkan salah satunya pola peminjaman bibit rumput laut, untuk selanjutnya hasil panen langsung dibeli oleh pemberi pinjaman bibit.
-          Sistim ini dinilai memiliki kekurangan, karena pembudidaya tidak bebas melakukan transaksi sehingga harga sudah ditentukan oleh pemberi pinjaman bibit.
-          Ada 1 Kelompok Pembudidaya Rumput Laut di Desa Randusanga Kulon, Kec. Brebes, yaitu POKDAKAN Rukun Sejahtera, yang pada tahun 2007 meraih prestasi sebagai POKDAKAN Rumput Laut Terbaik III di Tingkat Nasional.
Sistim Tata Niaga yang Diharapkan :
-          Sistim tata niaga yang diharapkan adalah sistim pengelolaan oleh koperasi
-          Koperasi dinilai memiliki beberapa keungggulan, diantaranya secara kelembagaan manajemen koperasi dinilai lebih menguntungkan dibanding pola perorangan maupun kelompok.
-          Peran Koperasi diharapkan dapat menjaga stabilitas pemasaran termasuk harga rumput laut dan biaya tenaga kerja.
-          Kekhawatiran ini harus tetap diperhitungkan di masa mendatang.

Permasalahan dan Upaya Pemecahan ....
Kendala yang dijumpai pada awal pengembangan rumput laut di kabupaten Brebes, yaitu masalah pemasaran sedikit demi sedikit mulai terpecahkan dengan bertambahnya buyer / perusahaan yang menampung rumput laut.
Kendala yang saat ini dihadapi oleh pembudidaya adalah :
Proses penjemuran tergantung pada musim.  Proses penjemuran hanya mengandalkan sinar matahari,    sehingga pada musim tertentu seperti musim hujan, panen rumput laut tidak dapat dilaksanakan.


-       Tingginya biaya panen dan prosessing yang mengakibatkan hasil yang diperoleh pembudidaya minim.
-       Sarana dan Prasarana budidaya dan pasca panen yang belum memadai ( belum adanya tempat    penjemuran yang representatif ).
-       Mutu bibit yang perlu diperbaiki.
Beberapa langkah yang sudah dan akan dilaksakanan guna memecahkan permasalahan diatas diantaranya :
-       Perlunya dilaksanakan pertemuan antara stkeholder rumput laut, baik pembudidaya, tenaga panen,   tenaga prosessing, bakul/pengepul dan petugas terkait guna memecahkan persoalan tingginya biaya   panen dan pasca panen.  Sehingga ouputnya diharapkan akan terjadi kesepakatan harga yang meng   untungkan semua stakeholder.
-       Perlunya dibangun sarana prasarana penjemuran dan gudang guna lebih meningkatkan mutu produk    rumput laut.
-       Perlunya dikembangkan kebun bibit rumput laut dengan diversifikasi bibit rumput laut yang lebih    berkualitas agar hasil panen dapat lebih optimal.

Program Pengembangan Rumput Laut ....
Setelah dilakukan identifikasi lokasi, + 4.350 Ha tambak di Kabupaten Brebes diprediksi dapat ditanami rumput laut.   Sampai saat ini potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal.  Baru 30% dari lahan tersebut yang telah diusahakan untuk budidaya rumput laut.
Beberapa program/kegiatan yang direncanakan diantaranya :
-       Ekstensifikasi : membuka lahan budidaya baru dilokasi-lokasi yang diidentifikasi dapat dikembangkan rumput laut, seperti tambak-tambak di Kec. Losari dan sekitarnya.
-       Optimalisasi : usaha budidaya yang telah dilaksanakan akan lebih dioptimalkan agar hasil dapat ditingkatkan.
-       Rehabilitasi : upaya penciptaan kebun bibit yang representatif diharapkan dapat memperbaiki mutu bibit sehingga hasil produksi lebih optimal.  Selain kebun bibit, upaya memperbaiki mutu bibit dengan memperbaharui bibit juga telah mulai dilaksanakan melalui uji lapang bibit baru hasil kultur jaringan kerjasama dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP) Maros, Sulawesi Selatan.
-       Diversifikasi : upaya diversifikasi usaha melalui pengolahan produk rumput laut menjadi produk setengah jadi seperti produksi agar-agar kertas diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk rumput laut.
-       Perbaikan Sarana Prasarana juga menjadi prioritas, seperti : pembangunan tempat penjemuran, perbaikan jalan produksi, pembangunan gudang dan lain sebagainya.
Harapan yang Diinginkan ....
Tercapainya target produksi budidaya dan peningkatan kesejahteraan pembudidaya merupakan tujuan akhir dari rencana pengembangan usaha budidaya.  Berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan merupakan wujud realisasi dari adanya perhatian dari pemerintah dalam mendukung tercapainya keinginan tersebut.
Peluang pasar yang terbuka lebar didukung ketersediaan lahan yang cukup tinggi menjadikan Kabupaten Brebes optimistis usaha budidaya rumput laut dapat dikembangkan secara optimal.  Peluang ini hendaknya dapat direspon positif oleh seluruh stakeholder terkait, agar percepatan pengembangan rumput laut dapat memenuhi target waktu yang diharapkan.
Dukungan materiil dan imateriil diharapkan agar usaha pengembangan dapat berjalan lancar.