UNTUNG
ADA RUMPUT LAUT ...........
Inilah kalimat yang diucapkan oleh salah
seorang pembudidaya rumput laut Sdr. H. Bukhori yang juga merupakan ketua
kelompok pembudidaya rumput laut Al-Karomah, Desa Randusanga Wetan, Kec.
Brebes. Dari luas lahan yang dimiliki
dan usaha budidaya rumput laut yang ditekuni dirasa sangat membantu menopang
kehidupan keluarganya. Dampak serupa juga dirasakan oleh Sdr. Untung, berkat
hasil budidaya rumput laut dia berhasil menyelesaikan pendidikan
kesarjanaannya.
Latar Belakang ....
Sejalan dengan telah dicanangkannya Kabupaten
Brebes sebagai Kampung Rumput Laut di Jawa Tengah dan dalam rangka pemenuhan target
peningkatan produksi budidaya nasional sebesar 353% (s.d. tahun 2014 ) telah
memacu Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Brebes untuk merencanakan pengembangan
budidaya khususnya budidaya rumput laut secara optimal. Dukungan potensi sumberdaya alam yang cukup
tinggi menjadikan Kabupaten Brebes optimistis dapat memenuhi target tersebut.
Kabupaten Brebes memiliki potensi pengembangan
budidaya air payau yang cukup tinggi.
Dengan luas tambak 12.678 Ha dan 4.027 RTP, produksi budidaya air payau
masih dapat ditingkatkan. Ada beberapa
komoditas yang telah dikembangkan diantaranya Bandeng, Udang dan Rumput
Laut. Beberapa komoditas baru yang akan
dikembangkan di lahan tambak diantaranya Patin, Nila, Tawes dan Kekerangan.
Dari ketiga komoditas yang akan dikembangkan,
Komoditas Rumput Laut merupakan salah satu yang akan dikembangkan secara
maksimal. Jenis rumput laut yang
dikembangkan adalah jenis Gracillaria sp.
Selain menguntungkan, budidaya rumput laut di tambak memiliki dampak
yang menguntungkan bagi pembudidaya.
Rumput Laut Gracillaria sp dapat berfungsi sebagai biofilter terhadap
unsur-unsur hara yang merugikan, sehingga tingkat kesuburan lahan tambak akan
meningkat.
Beberapa pendukung pengembangan rumput laut Gracillaria sp diantaranya
:
-
Dukungan luasan areal yang cukup
tinggi ( 4.350 Ha dari 12.748 Ha ).
-
Peluang pasar terbuka lebar ( 200 ton kering/bulan
dari permintaan + 1.700 ton kering/bulan
)
Sejarah Rumput Laut di Kab. Brebes ....
Berawal dari adanya kegiatan dari APBN melalui
Kegiatan Akselerasi Budidaya Tahun 2004, rumput laut mulai diujicobakan di
wilayah Kabupaten Brebes. Selanjutnya
diikuti beberapa program, seperti INBUDKAN Rumput Laut dan beberapa kegiatan
yang bersumber dari APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten Brebes.
Pada awalnya (
2004-2007 ), respon pembudidaya untuk berbudidaya rumput laut sangat
kurang. Hal ini salah satunya disebabkan
oleh belum terciptanya jaringan pemasaran yang baik. Kendala pemasaran membuat sebagian
pembudidaya memusnahkan komoditas rumput laut yang telah mereka pelihara. Akhirnya, mulai tahun 2008 usaha budidaya
rumput laut kembali diminati oleh pembudidaya karena munculnya respon pasar
terhadap produk rumput laut.
Statistik
Produksi Rumput Laut ....

Dari statistik menunjukkan, total
produksi rumput laut basah pada tahun 2009 mencapai 4.830 ton. dengan produksi
tertinggi dicapai pada bulan Mei 2009 sebesar 564 ton, sedang produksi terendah
dicapai pada bulan Maret 2009.
Nilai produksi total diperoleh sebesar
Rp. 2.415.102.000 ( Dua Milyar Empatratus Limabelas Juta Seratus
Duaribu Rupiah ).
Target produksi
rumput laut basah sampai tahun 2014 ditetapkan 47.483 ton atau naik 883% dari
produksi tahun 2009 sebesar 4.830 ton.
Untuk produksi 2010,
tercatat 8.134 ton rumput laut basah atau setara dengan 813 ton rumput laut
kering. Nilai produksi total yang
diperoleh sebesar Rp. 4.067.327.500,- ( Empatmilyar
Enampuluh Tujuhjuta Tigaratus Duapuluh Tujuhribu Limaratus Rupiah ).
Bila dibandingkan terjadi
kenaikan produksi yang cukup signifikan ( kenaikan 100% ).
Prediksi tahun
2011 produksi akan terus meningkat seiring dengan semakin luas area tambak yang
ditanami rumput laut. Meningkatnya minat
pembudidaya disebabkan sebagian besar pembudidaya sudah mengetahui kemudahan
dan keuntungan berbudidaya rumput laut seiring dengan kenaikan harga rumput
laut.
Sumber Data
: Dislutkan Kab. Brebes 2009 dan 2010
Prospek Pasar
Menjanjikan ....
Peningkatan permintaan pasar membuat usaha
budidaya rumput laut semakin menjanjikan.
Beberapa pembudidaya telah merasakan keuntungan dari usaha budidaya
rumput laut. Menurut mereka adanya
rumput laut menjadikan usaha budidaya tambak kembali memberikan harapan yang
lebih baik.
Beberapa perusahaan agar skala besar telah
menampung hasil produksi rumput laut, diantaranya :
- CV. Agar Sari Jaya, Malang
- PT. Agarindo, Tangerang
- PT. Indoflora Cipta Mandiri, Malang
Dari ketiga perusahaan tersebut, permintaan
produk rumput laut yang diminta sebanyak + 1.700 ton rumput laut kering
/ bulan. Saat ini baru tercukupi +
200 ton/bulan ( 11% ).
Potensi ....
Sampai dengan bulan Januari
2011, tercatat + 500 pembudidaya tambak yang berbudidaya rumput laut
dengan luas tambak 1.407 Ha. Dua desa
sentra rumput laut di Kabupaten Brebes saat ini yaitu Desa Randusanga Kulon dan
Randusanga Wetan, Kec. Brebes. Wilayah
pengembangan di Kec. Losari, Bulakamba, Tanjung dan Wanasari.
Keberadaan 2
POKDAKAN Rumput Laut, yaitu Al-Karomah (Randusanga Wetan) dan Rukun
Sejahtera (Randusanga Kulon) membuat
penataan kelembagaan lebih baik. Bahkan
salah satu dari POKDAKAN tersebut yaitu POKDAKAN Rukun Sejahtera pada tahun
2007 pernah menjadi POKDAKAN Terbaik III Tingkat Nasional.
Munculnya pengepul / bakul-bakul lokal
menjadikan usaha budidaya rumput laut semakin prospektif. Keberadaan 5 pengepul / bakul rumput laut
menjadikan persaingan usaha pemasaran / market lebih menguntungkan pembudidaya,
karena membuat harga jual relatif stabil dan bersaing.
Dari luasan tambak rumput laut saat ini yang
telah mencapai 1.407 Ha, penyebarannya potensi dan yang sudah ditanami terinci
sebagai berikut :
No
|
Kecamatan / Desa
|
Luas Tambak
(Ha)
|
Potensi Rumput Laut (Ha)
|
Yg Sudah Ditanami (Ha)
|
Keterangan
|
1
2
3
4
5
|
Brebes :
- Randusanga Kulon
- Randusanga Wetan
- Kaliwlingi
Wanasari :
- Sawojajar
Bulakamba :
- Bangsri
- Pulogading
- Grinting
Tanjung :
- Krakahan
- Pengaradan
Losari :
- Kecipir
- Prapag Kidul
- Prapag Lor
- Limbangan
- Karang Dempel
|
1.190
503
1.549
1.310
633
375
699
678
1.583
336
697
300
705
404
|
1.100
400
600
400
100
200
200
250
200
150
300
150
200
100
|
1.000
205
50
50
5
2
3
3
6
-
65
14
4
-
|
|
JUMLAH
|
4.350
|
1.407
|
Keunggulan
Usaha Rumput Laut ....
Beberapa keunggulan
dari usaha budidaya rumput laut, diantaranya :
- Pemeliharaan yang mudah, murah dan menguntungkan.
Dengan metode polikultur dengan udang dan
bandeng ( 1 Ha diisi 1.000 kg rumput laut, 10.000 benur udang dan 3.000 ek benih
bandeng ), hasil yang diperoleh cukup menguntungkan. Sekali tanam bibit rumput laut berlaku untuk
masa budidaya selama 3-4 tahun. Modal yang dibutuhkan tiap hektar lahan
tergolong murah, sebesar Rp. 5.040.000,-.
Perhitungan pendapatan kotor mencapai Rp. 13.070.000,-. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.
8.030.000,- dalam kurun waktu 4 bulan ( 1 musim tanam ).
- Menyerap banyak tenaga kerja
Beberapa tahapan proses budidaya sampai
dengan panen dan pasca panen membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Diprediksi setiap pengusahaan 1 ha budidaya
rumput laut membutuhkan jumlah tenaga kerja sebanyak 45 orang.
- Pasar yang Menjanjikan
Baru tercukupinya 10-15% dari permintaan
pasar membuat usaha budidaya rumput laut memiliki prospek yang cukup
menjanjikan.


Proses Sortir Proses Packing
Sistem Tata Niaga
Rumput Laut ....
Sistim Tata Niaga Usaha Rumput Laut yang ada
di Kab. Brebes saat ini belum tertata dengan baik. Dijumpai sistim tata niaga yang berbeda di
beberapa lokasi seperti :
Desa Randusanga Wetan, Kec. Brebes :
-
Kelompok
berperan aktif dalam penanganan usaha baik dari proses budidaya sampai dengan
proses pemasaran.
-
Sistim berkelompok dinilai efektif
karena setiap permasalahan yang timbul maupun keuntungan yang diperoleh dapat
dinikmati bersama oleh seluruh anggota kelompok
-
Diharapkan embrio kelompok dapat
dirubah menjadi sebuah unit koperasi, sehingga secara kelembagaan dapat lebih
mapan.
-
Ada 2 Kelompok Pembudidaya Rumput
Laut di Desa Randusanga Weta, Kec. Brebes,
yaitu POKDAKAN Al Karomah dan POKDAKAN Tambak Aji.
Desa Randusanga Kulon, Kec. Brebes :
-
Sistim
pemasaran ditangani langsung oleh Pabrik melalui tenaga pabrik maupun pengepul
lokal.
-
Sistim yang dikembangkan salah
satunya pola peminjaman bibit rumput laut, untuk selanjutnya hasil panen
langsung dibeli oleh pemberi pinjaman bibit.
-
Sistim ini dinilai memiliki
kekurangan, karena pembudidaya tidak bebas melakukan transaksi sehingga harga
sudah ditentukan oleh pemberi pinjaman bibit.
-
Ada 1 Kelompok Pembudidaya Rumput
Laut di Desa Randusanga Kulon, Kec. Brebes, yaitu POKDAKAN Rukun Sejahtera,
yang pada tahun 2007 meraih prestasi sebagai POKDAKAN Rumput Laut Terbaik III
di Tingkat Nasional.
Sistim Tata Niaga yang Diharapkan :
-
Sistim tata
niaga yang diharapkan adalah sistim pengelolaan oleh koperasi
-
Koperasi dinilai memiliki beberapa
keungggulan, diantaranya secara kelembagaan manajemen koperasi dinilai lebih
menguntungkan dibanding pola perorangan maupun kelompok.
-
Peran Koperasi diharapkan dapat
menjaga stabilitas pemasaran termasuk harga rumput laut dan biaya tenaga kerja.
-
Kekhawatiran ini harus tetap
diperhitungkan di masa mendatang.
Permasalahan dan Upaya
Pemecahan ....
Kendala yang dijumpai pada awal pengembangan
rumput laut di kabupaten Brebes, yaitu masalah pemasaran sedikit demi sedikit
mulai terpecahkan dengan bertambahnya buyer / perusahaan yang menampung rumput
laut.
Kendala yang saat ini dihadapi oleh
pembudidaya adalah :
Proses penjemuran tergantung pada musim. Proses penjemuran hanya mengandalkan sinar
matahari, sehingga pada musim tertentu seperti musim
hujan, panen rumput laut tidak dapat dilaksanakan.
- Tingginya biaya panen dan prosessing yang mengakibatkan hasil yang
diperoleh pembudidaya minim.
- Sarana dan Prasarana budidaya dan pasca panen yang belum memadai ( belum
adanya tempat penjemuran yang
representatif ).
- Mutu bibit yang perlu diperbaiki.
Beberapa langkah yang sudah dan akan
dilaksakanan guna memecahkan permasalahan diatas diantaranya :
- Perlunya dilaksanakan pertemuan antara stkeholder rumput laut, baik pembudidaya,
tenaga panen, tenaga prosessing, bakul/pengepul dan petugas
terkait guna memecahkan persoalan tingginya biaya panen
dan pasca panen. Sehingga ouputnya
diharapkan akan terjadi kesepakatan harga yang meng untungkan semua stakeholder.
- Perlunya dibangun sarana prasarana penjemuran dan gudang guna lebih
meningkatkan mutu produk rumput laut.
- Perlunya dikembangkan kebun bibit rumput laut dengan diversifikasi
bibit rumput laut yang lebih berkualitas
agar hasil panen dapat lebih optimal.
Program
Pengembangan Rumput Laut ....
Setelah dilakukan
identifikasi lokasi, + 4.350 Ha tambak di Kabupaten Brebes diprediksi
dapat ditanami rumput laut. Sampai saat ini potensi tersebut belum dikembangkan
secara optimal. Baru 30% dari lahan
tersebut yang telah diusahakan untuk budidaya rumput laut.
Beberapa
program/kegiatan yang direncanakan diantaranya :
- Ekstensifikasi : membuka lahan budidaya baru dilokasi-lokasi yang diidentifikasi
dapat dikembangkan rumput laut, seperti tambak-tambak di Kec. Losari dan
sekitarnya.
- Optimalisasi : usaha budidaya yang telah dilaksanakan akan lebih
dioptimalkan agar hasil dapat ditingkatkan.
-
Rehabilitasi : upaya penciptaan kebun
bibit yang representatif diharapkan dapat memperbaiki mutu bibit sehingga hasil
produksi lebih optimal. Selain kebun
bibit, upaya memperbaiki mutu bibit dengan memperbaharui bibit juga telah mulai
dilaksanakan melalui uji lapang bibit baru hasil kultur jaringan kerjasama
dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP) Maros, Sulawesi Selatan.
Rehabilitasi : upaya penciptaan kebun
bibit yang representatif diharapkan dapat memperbaiki mutu bibit sehingga hasil
produksi lebih optimal. Selain kebun
bibit, upaya memperbaiki mutu bibit dengan memperbaharui bibit juga telah mulai
dilaksanakan melalui uji lapang bibit baru hasil kultur jaringan kerjasama
dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP) Maros, Sulawesi Selatan.
- Diversifikasi : upaya diversifikasi usaha melalui pengolahan produk rumput laut
menjadi produk setengah jadi seperti produksi agar-agar kertas diharapkan dapat
meningkatkan nilai jual produk rumput laut.
- Perbaikan Sarana Prasarana juga menjadi prioritas, seperti : pembangunan tempat penjemuran,
perbaikan jalan produksi, pembangunan gudang dan lain sebagainya.
Harapan yang Diinginkan
....
Tercapainya target produksi budidaya dan
peningkatan kesejahteraan pembudidaya merupakan tujuan akhir dari rencana pengembangan
usaha budidaya. Berbagai program yang
telah dan akan dilaksanakan merupakan wujud realisasi dari adanya perhatian
dari pemerintah dalam mendukung tercapainya keinginan tersebut.
Peluang pasar yang terbuka lebar didukung
ketersediaan lahan yang cukup tinggi menjadikan Kabupaten Brebes optimistis
usaha budidaya rumput laut dapat dikembangkan secara optimal. Peluang ini hendaknya dapat direspon positif
oleh seluruh stakeholder terkait, agar percepatan pengembangan rumput laut
dapat memenuhi target waktu yang diharapkan.
Dukungan materiil dan imateriil diharapkan
agar usaha pengembangan dapat berjalan lancar.